Senin, 16 November 2015

KRITIK HOLISTIK

KRITIK HOLISTIK

Arang di atas kertas dan benang di dalam resin bening
Charcoal on paper and string on transparent resin
150 x 100 cm
2014

Lukisan di atas merupakan Karya Monica Hapsari yang berjudul “Melihat Jeihan” dengan teknik arang di atas kertas dan benang di dalam resin bening yang dibuat pada tahun 2014. Monica Hapsari lahir di Jakarta, 1984. Ia lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Saat ini ia mengajar di La Salle College Indonesia, dan bekerja sebagai fashion stylist, penulis, dan ilustrator lepas. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Monica Hapsari masih aktif mengikuti beberapa pameran kolektif. Salah satu pameran yang ia ikuti adalah Begadang Neng dan Pameran Seni Rupa Seks: Vol 3 pada tahun 2013. Di dalam lukisan ini Monica melukiskan seorang wanita yang sedang duduk dengan posisi duduk menghadap ke depan dengan menyilangkan kedua tangannya. Seseorang  tersebut hanya digambarkan dengan sket hitam putih, Mata yang bulat dengan bola mata berwarna hitam pekat, alis mata yang berwarna hitam serta bibir yang tertutup dan berwarna merah muda. Rambut yang tertutup dengan jubah dan hanya berwarna hitam putih.. Background yang digunakan adalaha benang dengan warna hijau, merah dan hitam yang timbul seolah-olah akibat percampuran warna merah dan hijau.
Lukisan ini apabila dilihat, menggunakan dominasi warna clomplementer ganda dan hitam putih serta cenderung gelap dan mengesankan. Selain warna yang mendominasi lukisan tersebut, ada juga kandungan unsur garis yang dapat dilihat dari kontour sket wanita yang dinamai “Jeihan” oleh monica. Background yang bahannya terbuat dari benang, juga menimbulkan unsur garis yang indah. Objek manusia yang ada pada lukisan tersebut serta penggambaran seseorang yang sedang duduk berwarna hitam putih digambarkan lebih jelas dari pada background pada lukisan, untuk menonjolkan subject matter lukisan.
 Lukisan ini memiliki value pewarnaan yang berbeda antara bagian bawah dan bagian atas lukisan. Bagian bawah cenderung lebih gelap dibangdingkan bagian atas lukisan yang terang, namun tetap terlihat seimbang. Sentuhan warna hijau pada background bagian kiri atas memberikan kesan keseimbangan pada warna hijau kanan bawah di tambah objek paha kaki yang melintang kebawah . Meskipun pada bagian atas lukisan valuenya lebih terang daripada bagian bawah lukisan, tetapi pada bagian atas diberikan warna merah  dan sedikit putih untuk dapat menyeimbangkan komposisi lukisan.
            Lukisan yang berjudul “Malihat Jeihan” ini dipamerkan pada saat pameran di Arte 2014 di Gallery Jl. Tebet Timur pada Jumat (25/10/2014). Lukisan ini menampilkan sosok wanita yang sedang duduk. Biarpun tubuh itu dilukiskan tenang, tetapi tidak demikian jiwanya. Terlihat pada penggambaran mata yang menatap dengan tajam, seakan menyiratkan tentang berbagai hal yang ingin diungkapkan. Penggunaan bahan yang begitu variasi hingga menimbulkan keunikan pada lukisan tersebut dan sangat menarik untuk diapresiasi. Terutama penggunaan benang yang diaplikasikan menjadi sebuah background yang indah.
Karya Monica kebanyakan selalu menggunakan benang yang berwarna-warni. Ia selalu memakai benang, ada ilustrasi yang ia persepsikan sebagai pikiran ruwet. Karna pikiran ruwet yang ia persepsikan berhubungan dengan kondisi insomnia yang dialaminya sejak tahun 2009. Ia tidak bisa berhenti berfikir, tidak bisa diam, dan tentunya ruwet. Oleh sebab itu benang mewakili apa yang dirasakan oleh seniman muda tersebut. Namun pameran kali ini tidak hanya benang yang ia gunakan melainkan bidang dari resin bening. Resin ini membuat uraian benang yang disusun oleh monica begitu indah.
Pemilihan warna yang pucat dan tidak mencolok pada figur, melambangkan suasana atau keadaan kelam. Posisi duduk yang tenang dengan tangan yang menyilang pada kaki menampakan sebuah figure yang anggun. Seakan-akan berada pada posisi yang santai tetapi serius.

Lukisan Monica yang berjudul “Melihat Jeihan” dapat menggambarkan realita kehidupannya yaitu kondisi insomnia yang ia alami beserta keruwetan yang ia rasakan sejak tahun 2009. Lukisan ini juga mampu menyampaikan pesan yang ingin diungkapkan oleh seniman kepada penonton atau publik melaui warna pucat figure dan keruwetan benang. Selain itu lukisan ini juga memiliki ciri khas  yang berbeda dengan seniman lain yaitu ekspresif dan penggunaan bahan benang menjadi ciri khas Monica. Namun dengan ekspresifnya seniman mampu menampilkan suasana yang terjadi pada lukisan tersebut seperti suasana ruwet, lelah, pucat, pening dan kusut yang ditampilkan dalam lukisan yang berjudul “Melihat Jeihan”. Kombinasi warna yang cenderung pucat dan keseimbangan lukisan ini sudah bagus dan sangat menarik untuk diapresiasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar