KRITIK HOLISTIK
Arang
di atas kertas dan benang di dalam resin bening
Charcoal on paper and string on transparent resin
150 x 100 cm
2014
Charcoal on paper and string on transparent resin
150 x 100 cm
2014
Lukisan
di atas merupakan Karya Monica Hapsari yang berjudul “Melihat Jeihan” dengan
teknik arang di atas kertas dan benang di dalam resin bening yang dibuat pada
tahun 2014. Monica Hapsari lahir di Jakarta,
1984. Ia lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung.
Saat ini ia mengajar di La Salle College Indonesia, dan bekerja sebagai fashion
stylist, penulis, dan ilustrator lepas. Seperti tahun-tahun
sebelumnya, Monica Hapsari masih aktif mengikuti beberapa pameran kolektif.
Salah satu pameran yang ia ikuti adalah Begadang Neng dan Pameran Seni Rupa
Seks: Vol 3 pada tahun 2013. Di dalam lukisan ini Monica melukiskan
seorang wanita yang sedang duduk dengan posisi duduk menghadap ke depan dengan
menyilangkan kedua tangannya. Seseorang tersebut hanya digambarkan
dengan sket hitam putih, Mata yang bulat dengan bola mata berwarna hitam pekat,
alis mata yang berwarna hitam serta bibir yang tertutup dan berwarna merah muda.
Rambut yang tertutup dengan jubah dan hanya berwarna hitam putih.. Background
yang digunakan adalaha benang dengan warna hijau, merah dan hitam yang timbul
seolah-olah akibat percampuran warna merah dan hijau.
Lukisan
ini apabila dilihat, menggunakan dominasi warna clomplementer ganda dan hitam
putih serta cenderung gelap dan mengesankan. Selain warna yang mendominasi
lukisan tersebut, ada juga kandungan unsur garis yang dapat dilihat dari kontour
sket wanita yang dinamai “Jeihan” oleh monica. Background yang bahannya terbuat
dari benang, juga menimbulkan unsur garis yang indah. Objek manusia yang ada
pada lukisan tersebut serta penggambaran seseorang yang sedang duduk berwarna hitam
putih digambarkan lebih jelas dari pada background pada lukisan, untuk
menonjolkan subject matter lukisan.
Lukisan ini memiliki value pewarnaan yang
berbeda antara bagian bawah dan bagian atas lukisan. Bagian bawah cenderung
lebih gelap dibangdingkan bagian atas lukisan yang terang, namun tetap terlihat
seimbang. Sentuhan warna hijau pada background bagian kiri atas memberikan
kesan keseimbangan pada warna hijau kanan bawah di tambah objek paha kaki yang
melintang kebawah . Meskipun pada bagian atas lukisan valuenya lebih terang
daripada bagian bawah lukisan, tetapi pada bagian atas diberikan warna merah dan sedikit putih untuk dapat menyeimbangkan
komposisi lukisan.
Lukisan
yang berjudul “Malihat Jeihan” ini dipamerkan pada saat pameran di Arte 2014 di
Gallery Jl. Tebet Timur pada Jumat (25/10/2014). Lukisan ini menampilkan sosok
wanita yang sedang duduk. Biarpun tubuh itu dilukiskan tenang, tetapi tidak
demikian jiwanya. Terlihat pada penggambaran mata yang menatap dengan tajam,
seakan menyiratkan tentang berbagai hal yang ingin diungkapkan. Penggunaan
bahan yang begitu variasi hingga menimbulkan keunikan pada lukisan tersebut dan
sangat menarik untuk diapresiasi. Terutama penggunaan benang yang diaplikasikan
menjadi sebuah background yang indah.
Karya
Monica kebanyakan selalu menggunakan benang yang berwarna-warni. Ia selalu
memakai benang, ada ilustrasi yang ia persepsikan sebagai pikiran ruwet. Karna
pikiran ruwet yang ia persepsikan berhubungan dengan kondisi insomnia yang
dialaminya sejak tahun 2009. Ia tidak bisa berhenti berfikir, tidak bisa diam,
dan tentunya ruwet. Oleh sebab itu benang mewakili apa yang dirasakan oleh seniman
muda tersebut. Namun pameran kali ini tidak hanya benang yang ia gunakan
melainkan bidang dari resin bening. Resin ini membuat uraian benang yang
disusun oleh monica begitu indah.
Pemilihan
warna yang pucat dan tidak mencolok pada figur, melambangkan suasana atau
keadaan kelam. Posisi duduk yang tenang dengan tangan yang menyilang pada kaki
menampakan sebuah figure yang anggun. Seakan-akan berada pada posisi yang
santai tetapi serius.
Lukisan Monica yang berjudul “Melihat Jeihan”
dapat menggambarkan realita kehidupannya yaitu kondisi insomnia yang ia alami
beserta keruwetan yang ia rasakan sejak tahun 2009. Lukisan ini juga mampu
menyampaikan pesan yang ingin diungkapkan oleh seniman kepada penonton atau
publik melaui warna pucat figure dan keruwetan benang. Selain itu lukisan ini
juga memiliki ciri khas yang berbeda dengan seniman lain yaitu ekspresif
dan penggunaan bahan benang menjadi ciri khas Monica. Namun dengan ekspresifnya
seniman mampu menampilkan suasana yang terjadi pada lukisan tersebut seperti
suasana ruwet, lelah, pucat, pening dan kusut yang ditampilkan dalam lukisan
yang berjudul “Melihat Jeihan”. Kombinasi warna yang cenderung pucat dan
keseimbangan lukisan ini sudah bagus dan sangat menarik untuk diapresiasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar